Berita Persyarikatan

Bukan Darah dan Daging, Ustaz Ali Trigiyatno Ingatkan Esensi Takwa dalam Berkurban

muhammadiyahpekalongan.or.id | KAJEN, PEKALONGAN – Masjid Raya Al Khuzaemah Kajen kembali berdenyut dengan semangat dakwah. Sedikitnya dua ribu jamaah Muhammadiyah dari berbagai pelosok Kabupaten Pekalongan memadati pengajian perdana Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalohgan pasca-libur Ramadan, Ahad (19/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag., Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, memberikan pesan mendalam mengenai hakikat ibadah kurban.

​Ustaz Ali menekankan bahwa kurban adalah instrumen teologis untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq melalui jalur kemanusiaan.

​Mendekat kepada Allah Melalui Manusia

Dalam tausiyahnya, Ustaz Ali menjelaskan bahwa Allah tidak memerlukan hewan yang disembelih, melainkan melihat kesungguhan hati hamba-Nya. “Menyembelih hewan qurban adalah wujud ketaqwaan. Daging, darah, dan segala yang ada pada hewan tersebut tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai adalah ketakwaannya,” tegasnya.

Baca Juga  Inovatif dan Solutif! Dosen UMPP Siapkan Program Pemberdayaan Berbasis Riset

​Ia menambahkan sebuah filosofi hubungan sosial yang menarik: Jika seorang hamba ingin mendekatkan diri kepada Allah, maka ia harus berkurban dengan apa yang ia cintai untuk diberikan kepada orang lain. Begitu pula dalam hubungan antarmanusia, seseorang akan didekati dan dicintai sesamanya jika ia rela mengorbankan apa yang dimilikinya untuk kemaslahatan umat.

​Fiqh Modern dan Motivasi RendangMu

Selain aspek spiritual, Ustaz Ali juga membedah sisi fiqh kurban kontemporer. Beliau memberikan motivasi mengenai program RendangMu—inovasi pengolahan daging kurban menjadi kemasan kaleng yang diinisiasi Muhammadiyah.

​Menurutnya, RendangMu adalah solusi cerdas agar manfaat kurban tidak habis dalam sehari, melainkan bisa menjangkau daerah bencana atau pelosok yang membutuhkan dalam jangka waktu lama. “Ini adalah wujud qurban yang sangat bermanfaat bagi banyak orang dan lebih luas jangkauan dakwahnya,” tambahnya.

​Momentum Kebangkitan Syiar

Baca Juga  Manfaat Zakat untuk Umat: Lazismu KL Pisma Siapkan Dana Operasional Ambulan Desa

Kehadiran ribuan jamaah dari berbagai Cabang dan Ranting ini menjadi bukti kerinduan warga Muhammadiyah akan majelis ilmu setelah libur panjang di bulan Februari dan Maret lalu. Suasana khidmat menyelimuti masjid terbesar di ibu kota Kabupaten Pekalongan tersebut, menandai dimulainya kembali safari dakwah rutin PDM Kabupaten Pekalongan.

​Pengajian ditutup dengan doa bersama, berharap agar warga Muhammadiyah diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah kurban tahun ini dengan kualitas takwa terbaik.

Kontributor : Ady Widianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button