Sinergi Muhammadiyah-Aisyiyah Kedungwuni: Perkuat Barisan Lewat Musypimcab dan Pengembangan Amal Usaha

muhammadiyahpekalongan.or.id , Kedungwuni- Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kedungwuni menggelar Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) secara terpadu pada Ahad, 20 Sya’ban 1447H/8 Februari 2026M. Bertempat di Masjid Al-Muhajirin Puri, acara ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta memantapkan langkah dakwah di sisa periode kepengurusan.
Acara yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh sekitar 90 peserta. Mereka terdiri dari jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah&Aisyiyah, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Kedungwuni, perwakilan Majelis, hingga pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti SMK Muhammadiyah Kedungwuni, SD Muhammadiyah Program Khusus Paesan Kedungwuni, dan KSPPS BTM Pekalongan kantor Kedungwuni. Tak ketinggalan, unsur Organisasi Otonom (Ortom) seperti IPM, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Hizbul Wathan juga turut hadir bersinergi.
Ketua PCM Kedungwuni , Mustami’an, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PRM dan PRA Puri yang telah bersedia menjadi tuan rumah. Ia menekankan bahwa keberhasilan agenda ini sangat bergantung pada dukungan seluruh elemen ranting yang selama ini menjadi ujung tombak gerakan.
“Harapan kami, acara ini dapat berjalan maksimal dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas di sekitar Kedungwuni,” ujar Mustami’an.
Ia juga menyoroti pentingnya keharmonisan antara Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai motor penggerak organisasi. Menurutnya, Musypimcab kali ini merupakan wujud nyata sinergi internal yang khidmat demi kemajuan bersama. Mustami’an secara khusus mengajak seluruh kader untuk memberikan perhatian lebih pada pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah.
“Ayo kita kuatkan Amal Usaha Muhammadiyah agar bisa berkembang dan lebih dikenal masyarakat luas,” ajaknya dengan penuh semangat.
Senada dengan hal tersebut, M. Mirwan yang hadir mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, memberikan dorongan motivasi bagi para peserta. Beliau menekankan pentingnya tertib administrasi sebagai ruh organisasi yang modern dan dinamis. Menurutnya, musyawarah bukan sekadar pertemuan, melainkan upaya menjalankan amanah AD/ART secara disiplin.
M. Mirwan menjelaskan bahwa jihad dalam konteks organisasi tidak selalu berarti fisik atau peperangan, melainkan kemampuan dalam menyusun barisan yang teratur. Hal ini selaras dengan pesan dalam Q.S, Ali ‘Imran ayat 142 mengenai pentingnya barisan yang kokoh dalam berdakwah.
“Jihad kita adalah berdakwah lewat organisasi Muhammadiyah. Jihad tidak harus berperang, tetapi juga dengan menyusun barisan yang teratur melalui penataan administrasi, kaderisasi, serta peningkatan kualitas internal,” tegas Mirwan sebelum secara resmi membuka acara tersebut.
Beliau juga menambahkan bahwa AUM merupakan ladang jariyah yang manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, kualitas internal Muhammadiyah Kedungwuni harus terus ditingkatkan agar AUM yang dikelola semakin berkembang dan profesional.

Musypimcab ini secara spesifik bertujuan untuk meninjau kembali program kerja yang telah berjalan serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi oleh PCM maupun PCA Kedungwuni. Dengan adanya forum ini, diharapkan terjadi penyamaan visi antara tingkat cabang dan ranting, sehingga strategi dakwah di bidang ekonomi dan pendidikan dapat lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Selain sebagai wadah evaluasi, Musypimcab ini juga menjadi ajang pemberian legitimasi bagi kebijakan-kebijakan baru. Dengan keterlibatan aktif seluruh unsur pimpinan, setiap keputusan yang diambil diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif untuk dilaksanakan hingga ke Ranting.
Acara ditutup dengan suasana penuh keakraban, menandai tekad baru Muhammadiyah dan Aisyiyah Kedungwuni untuk terus menebar manfaat bagi umat dan bangsa.



