BeritaBerita Ortom

Langkah Strategis: PDNA Pekalongan Resmi Bentuk Satuan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (SINISA)

muhammadiyahpekalongan.or.id Pekalongan – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan secara resmi mengukuhkan Satuan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (SINISA) dalam kegiatan Rapat Triwulan PDNA, yang diikuti kader Nasyiatul Aisyiyah se-Kabupaten Pekalongan. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan kader instruktur yang militan, ideologis, serta siap menggerakkan dakwah dan pengkaderan di berbagai tingkatan organisasi.

Ainun Muthoharoh, Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa pengukuhan SINISA merupakan bagian penting dari penguatan organisasi dan kaderisasi.

“SINISA hadir untuk memastikan kader Nasyiatul Aisyiyah memiliki bekal ideologis yang kuat, militansi, dan kemampuan instruktural yang siap menggerakkan dakwah di berbagai lini,” ujarnya.

Selain prosesi pengukuhan, rapat triwulan juga diisi dengan pelatihan bahasa isyarat yang menghadirkan Ika Rizki Damayanti sebagai narasumber. Kehadiran pelatihan ini menjadi wujud komitmen Nasyiatul Aisyiyah dalam membangun organisasi yang inklusif dan ramah disabilitas.

Baca Juga  Tingkatkan Kapasitas, Lazismu Kabupaten Pekalongan Bekali Amil Keterampilan Eksplorasi Mustahik

Ika Rizki Damayanti dikenal sebagai mahasiswa tunarungu pertama yang berhasil lulus dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,47. Ia resmi diwisuda pada Selasa (21/10/2025) di Gedung Aula Fakultas Ilmu Kesehatan UMPP.

“Bahasa isyarat adalah jembatan komunikasi. Dengan mempelajarinya, kita bisa lebih memahami dan merangkul saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tutur Ika.

Melalui pengukuhan SINISA dan pelatihan bahasa isyarat ini, PDNA Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kader perempuan muda yang berkemajuan, berdaya, serta mampu menjawab tantangan sosial dengan semangat inklusivitas dan kebermanfaatan.

“Kami ingin Nasyiatul Aisyiyah menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial, termasuk hak-hak penyandang disabilitas,” tegas Bu Nuzah salah satu pengurus PDNA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button