Berita Cabang - Ranting

K.H. Harun Bajuri Ajak Jemaah Hidupkan Waktu Sahur dengan Istighfar dan Berdoa Sebelum Berbuka

muhammadiyahpekalongan.or.id , DORO – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Doro menyelenggarakan Kajian Menjelang Berbuka yang menghadirkan KH Harun Bajuri sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya mengoptimalkan waktu-waktu mustajab yang sering terlupakan oleh umat Islam, khususnya di waktu sahur dan detik-detik menjelang berbuka puasa.

Waktu Sahur: Bukan Sekadar Makan, Tapi Waktu Istighfar

KH Harun Bajuri mengingatkan jemaah bahwa waktu sahur, terutama di sepertiga malam terakhir, adalah waktu yang sangat agung. Merujuk pada Surah Az-Zariyat ayat 17-18, beliau menjelaskan ciri orang bertakwa adalah mereka yang sedikit tidurnya di malam hari dan memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.

“Waktu jam 03.00 pagi sampai subuh itu adalah waktu tertinggi untuk istighfar. Seringkali kita hanya fokus pada makan sahur, padahal itu adalah saat di mana Allah SWT menunggu hamba-Nya untuk memohon ampunan,” ujar KH Harun Bajuri [20:37]. Beliau menyarankan jemaah untuk memperbanyak bacaan Sayyidul Istighfar di waktu tersebut.

Baca Juga  K.H. Amat Sulaiman: Rumah Berkah Dimulai dari Salam dan Shalat

Keutamaan Berdoa Sebelum Berbuka

Selain waktu sahur, KH Harun juga menyoroti waktu menjelang berbuka puasa sebagai momen yang sangat mustajab. Beliau menceritakan pengalamannya saat berada di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, di mana para jemaah sudah tenggelam dalam doa yang khusyuk sekitar 5-10 menit sebelum azan magrib berkumandang [28:51].

“Jangan habiskan waktu sore hanya untuk jalan-jalan atau ngabuburit tanpa makna. Lima menit sebelum magrib, tengadahkan tangan, berdoalah, karena itu adalah waktu yang mustajab,” pesannya kepada jemaah [30:59].

Anjuran Iktikaf dan Akhlak Antar-Ulama

Dalam kesempatan tersebut, KH Harun juga mendorong takmir masjid dan jemaah untuk menghidupkan tradisi iktikaf 10 hari terakhir Ramadan secara penuh, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW [33:42]. Beliau berharap masjid-masjid di wilayah Doro dapat memfasilitasi jemaah yang ingin bersungguh-sungguh mencari keberkahan Lailatul Qadar.

Baca Juga  LLHPB dan 'Aisyiyah Pekalongan Rawat Lansia Lewat Edukasi dan Spirit Keislaman

Menutup kajiannya, KH Harun memberikan pesan menyentuh mengenai etika beragama. Beliau menekankan agar sesama umat Islam dan para ustaz harus saling mendukung, bukan saling menyerang.

“Orang Islam itu bersanding, bukan bersaing. Para imam mazhab dahulu seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad saling memuji dan mendukung satu sama lain. Itulah akhlak yang harus kita contoh,” pungkasnya [41:05].

Kajian ini diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan persiapan berbuka puasa di lingkungan Masjid Muhammadiyah Doro.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button