Berita Cabang - Ranting

Refleksi Akhir Hayat di Masjid Transit Hj. Mutimah Dahlan: “Dunia Hanyalah Kumpulan Fasilitas

muhammadiyahpekalongan.or.id , DORO – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Transit Hj. Mutimah Dahlan, Doro, saat Ustaz Zidan Idrinsa menyampaikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) di hadapan para jamaah. Dalam tausiyahnya, Ustaz Zidan menekankan pentingnya kesadaran akan hakikat dunia sebagai titipan sementara dan persiapan menghadapi kehidupan setelah mati.

Dunia: Fasilitas, Bukan Tujuan

Ustaz Zidan membuka kultum dengan mengingatkan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi hanyalah fasilitas yang diberikan oleh Allah SWT. Ia melontarkan pertanyaan reflektif kepada jamaah mengenai bagaimana manusia menyikapi fasilitas tersebut.

“Dunia adalah fasilitas kita. Apakah kita hanya akan menikmatinya, atau justru terlalu memercayainya hingga lupa bahwa hidup ini tidak panjang?” ujarnya. Ia menekankan bahwa apa yang dikerjakan manusia di bumi saat ini akan menentukan nasib mereka di masa depan.

Perubahan Zaman dan Kepastian Maut

Dalam pesannya yang mendalam, Ustaz Zidan menggambarkan bahwa dalam 100 tahun ke depan, kota dan wilayah yang kita tempati akan diisi oleh orang-orang baru. Semua yang kita kenal saat ini akan berubah, dan jejak kita akan digantikan oleh generasi yang tidak mengenal kita.

Baca Juga  Prodi Manajemen UMPP Bekali Mahasiswa dengan Ilmu, Praktik, dan Fasilitas Modern

Beliau juga memaparkan ilustrasi mengenai kondisi manusia saat maut menjemput:

Kehilangan Kendali: Bagaimana manusia berpindah dari dunia dengan cepat, baik di pagi maupun malam hari.

Rumah Masa Depan: Gambaran tentang liang lahat sedalam 1.5 meter sebagai “rumah” terakhir di dunia.

Pertanggungjawaban: Pentingnya memiliki amal saleh yang diibaratkan sebagai sosok “hijau” yang datang membantu di saat keterasingan di alam kubur.

 

Kembali kepada Al-Qur’an

Ustaz Zidan mengajak jamaah untuk bercermin pada Al-Qur’an dalam setiap perilaku sehari-hari. Ia mempertanyakan apakah manusia bisa memastikan bahwa setiap tindakan mereka sudah selaras dengan petunjuk kitab suci sebelum ajal menjemput.

“Pikirkanlah tentang dirimu sekarang dan waktu yang akan datang. Jangan sampai kita ingin kembali ke dunia hanya untuk memperbaiki amal namun sudah terlambat,” tegasnya.

Harapan dan Doa

Menutup kultumnya, Ustaz Zidan berharap agar pertemuan dan “ruwatan” batin melalui majelis ilmu ini bukan menjadi yang terakhir. Beliau mendoakan agar seluruh jamaah senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam menjaga iman dan amal hingga akhir hayat.

Baca Juga  Musyawarah Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul 'Aisyiyah Pekajangan, Bersinergi Menuju Pekajangan Berkeadaban dan Berkemajuan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button