Berita PersyarikatanBerita Umum

Debit Air Banjir Pekalongan Meninggi, Muhammadiyah Jadikan Masjid dan Madrasah Sebagai Camp Pengungsi

muhammadiyahpekalongan.or.id , PEKALONGAN – Intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Pekalongan mengakibatkan debit air banjir bertambah tinggi pada Sabtu, 7 Desember 2026 dini hari. Sejumlah warga di kawasan Pantura Pekalongan pun memilih mengungsi di beberapa titik lokasi, salah satunya di Masjid dan Madrasah Diniyah milik Muhammadiyah.

Kepala Kantor Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Pencongan Kabupaten Pekalongan, Winarto, melaporkan hingga hari Senin, 9 Februari 2026 Pos Pelayanan Muhammadiyah Pencongan Kabupaten Pekalongan mendampingi 73 jiwa pengungsi di Madrasah Diniyah Ar Rohmah dan 60 jiwa pengungsi di Masjid Babussalam.

“Di Madin (Madrasah Diniyah) Ar Rohmah, Jumlah Pengungsi 73 Jiwa dari 29 Kepala Keluarga, dengan rincian 33 orang Laki-laki, 41 perempuan, 6 lansia, 41 dewasa, 18 remaja dan 8 anak-anak. Sedangkan di Masjid Babussalam jumlah pengungsi 60 jiwa, terdiri dari 35 orang laki-laki, 25 orang perempuan, 7 lansia, 24 dewasa, 20 remaja, 8 anak-anak dan 1 balita”, tutur Anto, sapaan akrab Winarto.

Baca Juga  Berkontribusi dalam Penataan Akses Tanah, Lazismu PekalonganTerima Penghargaan dari BPN

Selain itu, Anto juga melaporkan Pos Pelayanan Muhammadiyah Pencongan juga membuka dapur umum di Masjid Al Muttaqin Pesanggrahan dan Perumahan Wira Baru 1 Pekuncen.

Sementara itu, Tim Media Sekretariat Kantor Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Moh. Dwi Kurniawan Rizqi, dalam rilis laporan respon bencana banjir Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, merilis para pengungsi tidak hanya berada di Masjid, Musholla dan Madrasah Diniyah Muhammadiyah di Pencongan, tetapi juga di wilayah Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Dalam rilisnya, Dwi mengungkapkan pengungsi di Masjid Asy Syifa Rowoyoso Kecamatan Wonokerto ada 22 jiwa, Masjid Al Muqorrobien Sijambe 10 jiwa, Musholla Baitussalam 20 jiwa, Masjid Roudhotul Muttaqien Wonokerto Wetan 9 jiwa dan Musholla Miftahul Jannah 16 jiwa.

“Selain itu, ada 17 aset bangunan Muhammadiyah di Wonokerto dan Pencongan yang terdampak banjir, seperti TK Aisyiyah, SD dan SMP Muhammadiyah, Masjid, Musholla dan Kantor Panti Asuhan yang terdampak banjir”, tutur Dwi.

Baca Juga  Perkuat Identitas Digital, Muhammadiyah Pekalongan Gelar Pelatihan Brand ID dan Penulisan Berita Berbasis AI
Koordinasi Tim MDMC Muhammadiyah Pekalongan

Menerima laporan tersebut, Ketua Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Rofiansa Sulthon, bergerak cepat berkoordinasi dengan Lazismu Kabupaten Pekalongan dalam upaya memenuhi kebutuhan logistik yang diperuntukkan bagi para pengungsi.

Sulthon juga mengajak para warga, khususnya persyarikatan Muhammadiyah, untuk bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak melalui Poskor Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang beralamat di Gedung A RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, jalan Raya Ambokembang nomor 42-44 Kedungwuni, Pekalongan, tepatnya di ex Gedung/Ruangan IGD lama RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button