Berita Cabang - Ranting

Berani Bertanggung Jawab, Kisah Inspiratif Kejujuran Ini Getarkan Hati Jamaah Pekalongan

muhammadiyahpekalongan.or.id | KEDUNGWUNI – Sebuah kisah inspiratif kejujuran tentang pemuda yang rela dihukum demi satu gigitan apel haram berhasil menggetarkan hati jamaah Masjid Al Mujahidin Pekalongan pada sesi kultum tarawih malam ke-22 Ramadan, Rabu (11/3/2026).

​M. Fairus Najib, siswa kelas 10 SMA Boarding School Al Azhar 24 Bogor, memukau jamaah dengan narasi tentang seorang pemuda yang terjebak rasa lapar. Pemuda tersebut memakan sebutir apel yang ia temukan di jalan, namun kemudian dihantui rasa bersalah yang mendalam.

​Kisah ini menonjolkan nilai integritas tinggi saat sang pemuda menempuh perjalanan jauh demi mencari pemilik kebun. Ia hanya ingin meminta kehalalan atas satu gigitan apel yang telah masuk ke perutnya sebagai bentuk penebusan dosa.

​”Kisah ini mencapai puncaknya saat sang pemuda rela menerima hukuman menikahi putri pemilik kebun yang disebut bisu, tuli, dan buta demi menebus kesalahannya,” ujar Fairus di hadapan jamaah Tangkil Kulon.

Baca Juga  Amilah, S.Pi. Resmi Pimpin SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan, Siap Bawa Inovasi Baru

​Namun, ketulusan pemuda tersebut justru berbuah keberkahan yang luar biasa dari Allah SWT. Alih-alih mendapatkan istri dengan kekurangan fisik, ia justru dihadiahi pendamping hidup yang sempurna secara lahir dan batin sebagai balasan atas sikap bertanggung jawabnya.

​Penampilan santri muda ini membuktikan bahwa pendidikan karakter mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berani berdakwah. Warga setempat memberikan apresiasi hangat karena pesan yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

​”Di balik tanggung jawab itu, Allah telah menyiapkan keberkahan yang tak terduga,” tambah Fairus menekankan inti dari kisah inspiratif kejujuran tersebut.

​Berita Ramadan ini membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga setiap titipan dan berani mengakui kesalahan sekecil apa pun. Melalui narasi tersebut, Fairus mengajak jamaah untuk merefleksikan kembali setiap tindakan agar selalu berada di jalan yang diridhai.

​Kehadiran da’i muda ini menjadi inspirasi bagi remaja lainnya di Kedungwuni untuk terus mendalami agama. Momentum tarawih kali ini berhasil menanamkan pemahaman mendalam bahwa kejujuran adalah investasi terbaik dalam hidup yang membawa kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Baca Juga  Ukhuwah Islamiyah Menggema di Pekalongan: Muhammadiyah dan NU Gelar Pengajian Bersama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button