Pantauan Haji 2026: Jamaah Kloter 13 Pekalongan Bergerak Menuju Masjidil Haram untuk Umrah Wajib

muhammadiyahpekalongan.or.id | Pergerakan jamaah haji Kloter 13 asal Pekalongan terpantau berjalan tertib saat menuju terminal Syib Amir, Makkah. Didampingi petugas kloter, para jamaah KBIH Miftahul Ulum ini memanfaatkan fasilitas bus sholawat untuk menempuh perjalanan dari hotel sebelum akhirnya berjalan kaki menuju pusat peribadatan di Masjidil Haram, Selasa (3/5).
Laporan terkini dari petugas haji Indonesia Kloter 13, H. Abdul Shomad, menyebutkan bahwa pergerakan dimulai pada dini hari pukul 00.15 WAS. Keputusan ini diambil untuk memastikan kenyamanan suhu udara dan efisiensi waktu saat melaksanakan rangkaian umroh wajib Kloter 13.
Para jamaah bertolak dari hotel tempat menginap di daerah Syisyah menggunakan layanan Bus Sholawat nomor 5. Perjalanan menuju terminal Syib Amir memakan waktu kurang lebih 30 menit. Setibanya di terminal, rombongan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 1 KM menuju pintu-pintu masuk Masjidil Haram.
Fasilitas Transportasi dan Pendampingan Petugas
Penggunaan Bus Sholawat rute Syisyah menjadi kunci kelancaran mobilitas jamaah. Fasilitas ini membantu jamaah tetap bugar sebelum menghadapi fisik ibadah umrah yang meliputi Tawaf dan Sai. Meski harus menempuh jalan kaki dari terminal, semangat para jamaah KBIH Miftahul Ulum terlihat sangat tinggi.
H. Abdul Shomad melaporkan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi terkendali dan mendapatkan pengawalan ketat untuk memastikan tidak ada jamaah yang terpisah dari rombongan, mengingat padatnya arus manusia di sekitar Masjidil Haram.

Fokus Ibadah dan Doa dari Tanah Air
Kegiatan umrah wajib ini merupakan tahapan krusial bagi Jamaah Haji KBIH Miftahul Ulum Pekalongan. Setelah menyelesaikan prosesi ini, jamaah akan kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Keluarga di tanah air diharapkan terus memberikan dukungan doa agar seluruh jamaah Kloter 13 senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan fisik, dan kelancaran dalam menuntaskan seluruh rukun serta wajib haji hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.



