Berita AUM

Terapkan Standar Internasional, Kelas 2D Bilingual ICP Sukses Gelar Pertemuan Wali Murid Berbahasa Inggris

muhammadiyahpekalongan.or.id | ​Implementasi kurikulum berbasis global secara totalitas ditunjukkan secara apik dalam agenda evaluasi akhir semester sekolah dasar. Melalui berbagai permainan kekompakan dan sesi refleksi kedekatan keluarga yang dipandu langsung oleh wali kelas menggunakan bahasa Inggris, nilai karakter siswa kelas bilingual ini dibedah secara mendalam guna menyelaraskan visi pendidikan modern antara pihak sekolah dan rumah dalam pembagian rapor Kelas 2D Bilingual International Class Program (ICP), Juni 2026.

​Sejak pagi hari pukul 06.40 WIB, seluruh orang tua siswa telah hadir bersama untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang didesain interaktif dan hangat ini. Mengawali acara, Wali Kelas 2D Bilingual ICP, Mrs. Khusna Rahmawati, S.Pd., menyampaikan pidato pengantar yang menekankan esensi utama dari karakteristik program Bilingual ICP, di mana capaian akademik harus berjalan beriringan dengan kematangan moral anak.

​“Peringkat dan nilai yang baik di rapor adalah bonus. Yang terpenting adalah anak memiliki kemauan untuk terus berusaha, semangat belajar tanpa mudah menyerah, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan berkarakter. Itulah yang sesungguhnya menjadi kebanggaan bagi orang tua dan guru,” tutur Mrs. Khusna saat memberikan apresiasi atas sinergi luar biasa bersama wali murid selama satu semester penuh.

Baca Juga  Sinergi Alumni dan Sekolah: HIASMAMA Dorong SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Jadi Sekolah Rujukan

​Membuka Rapor Serentak dan Tantangan Akademis Wali Murid

​Setelah sesi pembukaan, para orang tua diajak membuka rapor anak secara serentak dan menandatanganinya sebagai bentuk validasi dan apresiasi atas kerja keras siswa. Uniknya, atmosfer kelas internasional semakin terasa kental melalui sesi gamification (permainan) kelompok yang seluruhnya dikomunikasikan menggunakan bahasa Inggris.

​Keseruan berlipat ganda ketika para orang tua ditantang untuk merasakan langsung beban kognitif dan pengalaman belajar harian anak-anak mereka di kelas. Aturan ketat diberlakukan: para wali murid tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berhasil menjawab kuis operasi hitung—mulai dari perkalian, penjumlahan, hingga pengurangan—yang dilontarkan secara acak dalam bahasa Inggris. Tantangan seru ini tidak hanya memicu gelak tawa dan antusiasme berburu doorprize, tetapi juga berhasil menumbuhkan empati mendalam orang tua terhadap proses belajar anak.

​Uji Kedekatan dan Apresiasi Peringkat Kelas

Baca Juga  UMPP Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Cinta Tanah Air dan Harmoni Sosial

​Tidak hanya mengasah kemampuan linguistik dan logika, agenda ini menyisipkan sesi parenting emosional yang menyentuh hati. Orang tua diminta mengikuti tes kepekaan dengan menatap mata anak mereka secara mendalam, lalu menebak potongan gambar mata anak mereka yang telah dipasang acak di papan tulis. Melalui aktivitas reflektif tersebut, orang tua diajak merenungkan kembali seberapa dekat mereka mengenal buah hati yang bertumbuh setiap harinya.

​Suasana kelas mencapai puncak kehangatan saat pengumuman peringkat akademik siswa dibacakan. Tepuk tangan riuh mengapresiasi pencapaian juara 1, 2, dan 3 sebagai bentuk penghargaan atas ketekunan siswa selama satu semester. Acara kemudian ditutup secara berkesan melalui sesi foto bersama dan doa kesyukuran.

​Melalui kemasan yang kreatif ini, Kelas 2D Bilingual ICP sukses membuktikan bahwa evaluasi belajar di sekolah modern bukan lagi sekadar akumulasi angka kaku di atas selembar kertas. Pertemuan ini berhasil bertransformasi menjadi ruang kolaborasi global yang efektif untuk membangun karakter, mengasah kompetensi bilingual, dan merekatkan ikatan emosional antara guru, anak, dan orang tua.

Baca Juga  UMPP Bangga, Dua Dosen Raih Beasiswa Doktor PDDI, Siap Teliti Aplikasi Pemantauan Terapi Obat Diabetes

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button