Artikel

Ritel Muhammadiyah: SuryaMart, Mentari Mart, dan LogMart, Potensi Kekuatan Ekonomi Umat

oleh : Ismail Fahmi

muhammadiyahpekalongan.or.id I Tidak banyak yang tahu, Muhammadiyah ternyata juga memiliki jaringan ritel modern yang terus berkembang. Salah satunya adalah SuryaMart, yang tumbuh dari Ponorogo, Jawa Timur. Berawal dari usaha ritel yang dirintis Muhammadiyah Ponorogo sejak akhir 1990-an, SuryaMart berkembang melalui PT Daya Surya Sejahtera dan jejaring kemitraannya. Pada Januari 2025, PT DSS dilaporkan telah mengelola 137 outlet dengan lebih dari 1.600 mitra atau rekanan. Jaringan SuryaMart di Ponorogo dan sekitarnya bahkan pernah disebut mendekati 200 gerai. Meski belum tersedia angka resmi nasional yang mutakhir, perkembangan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah mampu membangun jaringan ritel modern dari kekuatan ekonomi lokal.

Bagi saya, SuryaMart menarik bukan sekadar karena jumlah gerainya, tetapi karena model kemandirian ekonominya. Muhammadiyah selama ini dikenal dengan ribuan sekolah, kampus, rumah sakit, dan berbagai amal usaha sosial. Bayangkan jika kekuatan tersebut semakin terhubung dengan jaringan ekonomi dan ritel yang profesional. Produk UMKM bisa mendapatkan pasar, warga Muhammadiyah bisa menjadi mitra usaha, dan perputaran ekonomi dapat kembali memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Dari Ponorogo, SuryaMart memberikan contoh bahwa kekuatan ekonomi Muhammadiyah bisa tumbuh dari bawah melalui jaringan yang dikelola secara profesional.

Baca Juga  Sejarah Berdirinya Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dororejo, Kecamatan Doro – Pekalongan  

Dan ini belum termasuk Mentari Mart, jaringan ritel baru yang juga sedang dikembangkan Muhammadiyah. Pada September 2026, Mentari Mart dilaporkan telah mencapai gerai ke-8, dengan target sedikitnya 20 gerai hingga akhir 2026. Kehadirannya memperlihatkan semakin besarnya perhatian Muhammadiyah terhadap penguatan sektor ekonomi, tidak hanya melalui pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial, tetapi juga melalui perdagangan dan distribusi kebutuhan sehari-hari. Jika terus berkembang, Mentari Mart berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi persyarikatan di berbagai daerah.

Selain SuryaMart dan Mentari Mart, ada pula LogMart (Bulog Muhammadiyah Mart) yang dikembangkan oleh Suara Muhammadiyah melalui PT Syarikat Cahaya Media. LogMart diluncurkan di Yogyakarta pada 18 November 2020, bertepatan dengan Milad Muhammadiyah ke-108, sebagai pengembangan dari BulogMu yang bergerak dalam distribusi kebutuhan pokok. Jaringan ini kemudian berkembang melalui kemitraan dengan masjid, sekolah, pesantren, rumah sakit, dan amal usaha Muhammadiyah lainnya. Pada April 2025, LogMart dilaporkan telah memiliki 153 gerai. Artinya, jika digabungkan dengan SuryaMart dan Mentari Mart, terdapat potensi jaringan ritel Muhammadiyah yang mencapai ratusan gerai, meskipun angka tersebut berasal dari periode berbeda dan masih perlu dipastikan agar tidak terjadi penghitungan ganda.

Baca Juga  Redefinisi Profesi Guru di Era Disrupsi Pada Momentum Hari Guru Nasional

Bayangkan jika SuryaMart, Mentari Mart, dan LogMart kelak terhubung dalam satu ekosistem ekonomi Muhammadiyah. Tidak harus melebur menjadi satu merek, tetapi bisa berbagi sistem distribusi, pengadaan barang, teknologi informasi, data pelanggan, pembayaran digital, hingga jaringan pemasaran UMKM. Dengan skala ekonomi yang lebih besar, biaya distribusi bisa ditekan, daya tawar terhadap pemasok meningkat, dan produk-produk usaha warga Muhammadiyah memiliki akses pasar yang jauh lebih luas. AI dan analitik data juga bisa dimanfaatkan untuk memprediksi permintaan, mengoptimalkan stok, dan menentukan lokasi ekspansi gerai.

Muhammadiyah telah membuktikan kemampuannya membangun jaringan pendidikan dan kesehatan selama lebih dari satu abad. Kini tantangannya adalah bagaimana kekuatan organisasi yang sama dapat ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan. Jika ribuan amal usaha, jutaan warga, serta jaringan ritel yang sudah ada dapat disinergikan, bukan tidak mungkin Muhammadiyah kelak memiliki salah satu ekosistem ritel berbasis komunitas terbesar di Indonesia. Inilah salah satu peluang strategis Muhammadiyah ke depan: bukan hanya menjadi gerakan sosial dan pendidikan yang kuat, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menyejahterakan umat dan masyarakat luas.

Baca Juga  Menyibak Penyesalan Manusia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button