Artikel

Golongan Orang yang dilaknat Allah

SPIRIT TAHAJUD (312) 1111 Oleh Drs. H. Amat Sulaiman

SPIRIT TAHAJUD (312) 1111🌻

Golongan Orang yang dilaknat Allah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, laknat artinya kutuk, doa atau kata-kata yang dapat mengakibatkan kesusahan atau bencana kepada seseorang. Laknat juga dapat diartikan sebagai perbuatan mencela, mencibir, dan menghina. Dalam Al-Quran, Allah SWT juga banyak menggunakan kata laknat pada setiap ayat yang menjelaskan mengenai azab atau hukuman. Salah satunya dalam surat Al-Maidah ayat 78 yang berbunyi:

لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَلٰى لِسَانِ دَاوٗدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۗذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ

Artinya: “Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (Qs. Al-Maidah: 78)

Menurut Ismail Amri dalam jurnal ilmiah berjudul Laknat Dalam Pandangan Al-Quran, bahwa pengertian laknat dapat dilihat dari dua sudut pandang tergantung pada objek yang melakukannya. Pertama, laknat yang dilihat dari sudut pandang Sang Pencipta akan memiliki arti sebagai tindakan yang menjauhkan dari rahmatNya. Kedua, laknat dilihat dari sudut pandang makhluk memiliki arti sebagai doa atau cacian yang ditujukan terhadap orang-orang tertentu. Diriwayatkan dari Tsabit bin Adh-Dhahhak radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Melaknat seorang mukmin itu seperti membunuhnya,” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Baca Juga  Perbanyak Munajat kepada Allah

Demikian juga ada hadits diriwayatkan oleh sahabat Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya para pelaknat itu tidak akan dapat menjadi syuhada’ (orang-orang yang menjadi saksi) dan tidak pula dapat memberi syafa’at pada hari kiamat kelak.” (Hadits Riwayat Muslim)

Berdasarkan dua hadits di atas, Rasulullah SAW melarang seorang Muslim untuk melaknat sesama manusia. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa itu adalah perbuatan tercela yang tidak mencerminkan pribadi seorang Muslim. Hal ini bisa dilihat dalam hadits yang disampaikan oleh Abdullah Bin Mas’ud, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan bukan orang yang suka melaknat serta bukan pula orang yang suka bicara jorok dan kotor.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari)

Lantas, siapa saja golongan yang dilaknat Allah SWT ? Berikut bahasannya yang dikutip dari kitab Al-Kabair oleh Syamsuddin Muhammad bin Utsman bin Qaimaz At-Turkmaniy Al-Fariqy Ad-Dimasyqiy Asy-Syafi’iy yang diterjemahkan Abu Zufar Imtihan Asy-Syafi’i. Golongan yang Dilaknat Allah SWT dalam Al-Qur’an antara lain :

Baca Juga  Mengapa Kok dimasukkan Neraka ?

1. Pemutus Hubungan Silaturahim. Pelakunya bahkan diancam akan dimasukkan ke neraka. Allah SWT berfirman dalam surah Muhammad ayat 22-23,

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ ٢٢ اولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمْ وَاَعْمٰٓى اَبْصَارَهُمْ

Artinya: “Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka.”

2. Orang-orang yang Menyembunyikan Kebenaran. Dalam surah Al Baqarah ayat 159, Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلْنَا مِنَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَٱلْهُدَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنَّٰهُ لِلنَّاسِ فِى ٱلْكِتَٰبِ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ ٱللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ ٱللَّٰعِنُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati.”

3. Pendusta atau orang yang suka berbohong termasuk salah satu golongan yang dilaknat Allah SWT. Hati-hati dari berbuat dusta, karena dusta akan membawa kepada perbuatan fujur. Dan fujur akan menyeretnya ke neraka. Ini juga sesuai dengan firman-Nya dalam surah Ali Imran ayat 61,

Baca Juga  Memperbanyak Amalan Hati

فَمَنْ حَاۤجَّكَ فِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ اَبْنَاۤءَنَا وَاَبْنَاۤءَكُمْ وَنِسَاۤءَنَا وَنِسَاۤءَكُمْ وَاَنْفُسَنَا وَاَنْفُسَكُمْۗ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَّعْنَتَ اللّٰهِ عَلَى الْكٰذِبِيْنَ

Artinya: “Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”

4. Orang yang Membunuh dengan Sengaja. Membunuh adalah perbuatan dosa besar. Oleh sebab ini, mereka yang membunuh dengan sengaja merupakan golongan yang dilaknat Allah SWT seperti firman-Nya pada surah An Nisa ayat 93,

وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاۤؤُهٗ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيْمًا

Artinya: “Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button